Tampilkan postingan dengan label seni memadu kasih dalam rumah cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni memadu kasih dalam rumah cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2015

Halaqah #13, seni bergqul bersama suami

❤ SENI MEMADU KASIH DALAM RUMAH CINTA ❤
~ Halaqah 13 ~
Senin, 6 Juli 2015
19 Ramadhan 1436
🌹SENI BERGAUL BERSAMA SUAMI🌹
---------------------------------------

SENI KETIGA
Hendaklah engkau wahai saudariku mendekap suamimu dikala marahnya walaupun suamimu itu yang bersalah.

Begitulah seorang istri yang bijaksana, mengetahui bagaimana cara bermuamalah dengan suaminya dikala marah. Maka dia berkata dengan kata-kata yang baik & lembut, tidak membuat tambah marah  suaminya atau membalas marahnya atau dendam kepadanya.

Istri yang Shalihah  mendekap dengan penuh kasih sayang dikala suaminya marah bahkan  lebih dekat kepada suaminya dan tambah sayang dengan sikapnya yang lembut sehingga bisa menenangkan suaminya..

Wahai saudariku...

Karena seorang wanita yang bijak itu memahami bahwasanya beban-beban dan problem suami itu banyak sekali yang memenuhi kepalanya yang jikalau dialihkan kepadamu wahai saudariku engkau tidak akan mampu.

Oleh karena itu wajar jikakau suamimu iba-tiba emosi dengan sebab yang sepele walaupun memang suamilah yang salah, tapi seorang istri yang shalihah tahu bagaimana cara menenangkannya.

Itulah seni yang ketiga, menenangkan suaminya di kala marah walaupun suamimu itu yang bersalah.

SENI KEEMPAT
Janganlah sekali-sekali engkau wahai saudariku menyakitinya, engkaulah yang akan rugi.

Kenapa demikian?

Karena balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan, maka tatkala engkau saudariku berbuat baik kepada suamimu pasti suamimu akan tambah berbuat baik kepadamu dan akan lebih cinta & sayang bahkan selalu ingin dekat denganmu.

Saudariku

Seorang suami akan merasa dirinya diakui kejantanannya tatkala engkau saudariku selalu menyebut sifat-sifat baiknya, Berbeda jikalau seandainya engkau selalu menyakiti suamimu, dan selalu mengkufuri suamimu

Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam bersabda:

«إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَ الْمُنْعِمِينَ» ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا كُفْرُ الْمُنْعِمِينَ؟ قال...ُالمرأة التي تقول عند الغضب لزوجها مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ " أو ما في معناه

"Hati-hati engkau wahai saudariku, kufurnya al-muna'imīn. Wahai Rasūlullāh, apa yang dimaksud dengan kufur al-muna'imīn ? Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjawab: Adalah seorang wanita tatkala marah/emosi kepada suaminya berkata "Aku tidak melihat darimu sedikitpun kebaikan".

Ini adalah sangat menyakitkan dan ini merupakan kebiasaan sebagian besar wanita tatkala marah kepada suami mereka berkata dengan begitu lancangnya "Engkau sama sekali tidak pernah berbuat baik sedikitpun"

Maka kata-kata  seperti inilah yang dimaksud dengan kufur al-muna'imīn (kufur nikmat).

Wahai saudariku
Yang seharusnya engkau lakukan semangatlah untuk membuat hati suamimu tertarik dengan kelembutanmu,, Janganlah engkau membuat marah suamimu, bahkan tatkala suami sedang marah dan berkobar emosinya selayaknya engkau wahai saudariku meringankan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh suamimu..

Jadilah engkau pasangan yang terbaik dalam kehidupan suami.

Demikian, semoga bermanfaat.
📻 By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp "Kajian Audio Muslim & Muslimah"

Halaqah #3. Sebelum akad terucap, Shalat istikharah

❤ SENI MEMADU KASIH DALAM RUMAH CINTA ❤
By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan
~ Halaqah 3 ~
🌹SEBELUM AKAD TERUCAP🌹
💝 Kedua : Shalat Istikharah
------------------------------

Saudaraku yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dihalaqah yang ke-3 ini masih melanjutkan tentang "Sebelum aqad terucap",
⑴ Memilih istri yang shālihah
⑵ Jangan lupa shalat istikharah

Wanita shālihah sebaik-baik perhiasan didunia, sebagaimana  yang telah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam telah kabarkan kepada kita.

Dan seorang laki-laki yang bijak adalah seorang laki-laki yang memilih dan memeriksa tentang wanita yang shālihah sebagaimana dia memeriksa & meneliti tentang suatu perkara yang bisa baik untuk agama & dunianya. Dia bermusyawarah tentang perkara wanita itu dengan kerabat-kerabat wanita itu, tetangga-tetangga wanita itu, teman-teman wanita itu, orang yang berpengalaman dengan wanita itu dan juga dengan keluarganya.

Setelah maksimal mencari tahu tentang wanita shālihah, dia meminta pilihan kepada Allāh, shalat istikharah dalam menikahinya. Maka ini merupakan sebab yang paling penting untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan/kejelekan yang tidak diinginkan.

Dan shalat istikharah adalah suatu yang paling penting yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa salam kepada para Sahabat nabi  tentang urusan mereka.

Sebagaimana telah diriwayatkan oleh shāhabat Jābir bin 'Abdillāh-semoga Allāh meridhai kepadanya-Dia berkata: "Dulu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajari kepada kita shalat istikharah dalam perkara-perkara sebagaimana mengajari kita surat dari Al-Qurān. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Apabila salah seorang diantara kalian berkeinginan kepada suatu perkara maka hendaklah dia shalat 2 raka'at yang bukan merupakan shalat wajib, kemudian hendaklah dia berdo'a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ

Yā Allāh, aku meminta pilihan kepadaMu dengan ilmu Mu & kekuasaanMu dan aku meminta dari karuniaMu yang agung, maka sesungguhnya Engkau berkuasa, aku tidak berkuasa. Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui yang ghaib. Yā Allāh jika Engkau tahu bahwasanya perkara ini adalah lebih baik bagiku untuk agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku dunia & akhirat, maka mampukanlah aku kepadanya dan mudahkanlah aku kepadanya dan berkahilah aku kepadanya. Dan jika bahwasanya Engkau tahu perkara ini adalah jelek bagiku untuk agamaku & kehidupanku dan akibat perkaraku dunia & akhirat, maka palingkanlah dia dariku dan palingkanlah aku darinya. Dan mampukanlah aku untuk melakukan kebaikan (yang terbaik bagiku) dimana saja dia berada kemudian ridhakanlah aku dengannya".

Kemudian disebutkan kebutuhannya.

Perkara ini sama antara laki-laki dan perempuan meminta pilihan kepada Allāh ketika mau menikah.

Sebagaimana dalam sebuah hadits Anas bin Mālik-semoga Allāh meridhai kepadanya-dia berkata: "Tatkala Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam melamar Zainab-semoga Allāh meridhai Kepadanya-Zainab berkata: 'Aku tidak bisa melakukan sesuatu sehingga perintah Rabbku', lalu dia berdiri (untuk melaksanakan shalat istikharah) di masjidnya"

Imam An-Nasāi memberi bab pada hadits ini "Shalat wanita apabila dilamar dan meminta pilihan kepada RabbNya".

Demikian. Semoga bermanfa'at.

🇸🇦 Makkah Al-Mukarramah
Sabtu, 10 Ramadhan 1436
27 Juni 2015

📖 Disarikan dari kitab "Fann wa Adab At-Ta'amul baina Az-Zaujain", karya Syaikh 'Amr 'Abdul Mun'im Salim, hal. 12 - 13.

📻 By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp "Kajian Audio Muslim & Muslimah"

👥 Untuk Bergabung:
💬 Kirim pesan via WhatsApp (BUKAN SMS Seluler) ke:
📲 Muslim: +966554942933
📲 Muslimah: +966554506956
✏ Tulis: #Nama #Alamat #Muslim atau #Muslimah .

Rabu, 01 Juli 2015

Berhias diri untuk istri

❤ SENI MEMADU KASIH DALAM RUMAH CINTA ❤
~ Halaqah 6 ~

🌹SENI BERGAUL BERSAMA ISTRI 🌹
💝 Ketiga : Berhias diri untuk Istri
---------------------------

Saudaraku yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dihalaqah yang ke-6 ini kita akan menjelaskan seni yang ketiga dalam mempergauli istri secara baik yaitu "Berhias diri untuk Istri"

Jadi, selayaknya seorang suami memperhatikan penampilannya dan selalu rapih sebagaimana kita menginginkan  istri kita selalu berada dalam keadaan rapi & berdandan, maka begitu pula istri kita.

Sebagian suami kurang begitu perhatian akan penampilannya walaupun sesekali saja ketika ada janji dengan seserang yang sangat penting atau dalam rangka menghadiri acara-acara resmi, baru dia merasakan perlunya memperhatikan penampilan; dari sisi kebersihannya, rambutnya, pakaiannya.

Padahal sebenarnya kalau anda fahami bahwa anda itu setiap hari bertemu dengan seorang yang sepesial sekali, yaitu manusia yang paling berharga disisi anda, yang paling dicintai oleh hati anda, yaitu bersama istri anda yang begitu mahal.

Ya, anda selalu bertemu untuk janjian bersama istri anda, di rumah, di tempat makan, di tempat tidur, di ruang tamu untuk bercengkrama, berbincang sambil menyantap hidangan makanan ringan.

Ya, selayaknya bagi kita seorang suami, mesti bersemangat untuk memperhatikan penampilan dihadapan istri kita.

Bukan berarti mesti selalu yang mewah & mahal dalam berpakaian atau selalu pergi ke salon setiap hari sebelum ke rumah, bukan itu yang dimaksud.

Akan tetapi hendaklah anda memperhatikan kebersihan diri anda, misal ketika rambut telah panjang maka dicukur, ketika kuku panjang maka dipotong.

Begitu pula  rambut kita dirapihkan..

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah melihat ada seseorang yang rambutnya tidak rapih. Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam berkata:

"Apakah tidak ada sesuatu yang bisa merapihkan rambutnya?"
Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melihat ada seseorang yang bajunya kotor sekali, kata Beliau:

"Adapun orang ini apakah tidak ada air untuk mencuci bajunya?" (HR, Bukhari 4/38 & Muslim 1/222 dari Abu Hurairah).

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ شَعْرٌ فَلْيُكْرِمْهُ

"Barangsiapa yang memiliki rambut maka hendaknya dia memuliakannya." (HR, Abu Daawud 4163 dengan sanad yang baik dari Abu Hurairah)

Misal dengan memakai minyak rambut.

Disamping itu pula jangan lupa membersihkan rambut yang tersembunyi yang ada di daerah kemaluan dan ketiak sebagaiman yang telah diperintahkan kepada kita dalam sunnah nabi yang suci.

Jadi rambut didaerah tersebut harus dicukur dan hal itu merupakan sunnah para Nabi, jalannya mereka. Yang mana mereka itu selalu komitmen untuk memotong bulu-bulu yang ada diketiak dan kemaluannya.

Ikhwah fillāh,

Hendaklah kita berupaya untuk bergaul dengan baik kepada istri kita, janganlah anda meremehkan masalah penampilan.

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf."(Al Baqarah: 228).

Demikian, semoga bermanfaat.

🇸🇦 Makkah Al-Mukarramah
Senin, 29 Juni 2015
12 Ramadhan 1436

📖 Disarikan dari kitab "Fann wa Adab At-Ta'amul baina Az-Zaujain", karya Syaikh 'Amr 'Abdul Mun'im Salim, hal. 19- 21.

📻 By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp "Kajian Audio Muslim & Muslimah"

👥 Untuk Bergabung:
💬 Kirim pesan via WhatsApp (BUKAN SMS Seluler) ke:
📲 Muslim: +966554942933
📲 Muslimah: +966554506956
✏ Tulis: #Nama #Alamat #Muslim atau #Muslimah .

Kejutaan yg menyenangkan & melupakan kesalahan

❤ SENI MEMADU KASIH DALAM RUMAH CINTA ❤
~ Halaqah 7 ~
🌹SENI BERGAUL BERSAMA ISTRI🌹
🔸Keempat : Kejutan yang menyenangkan
🔸Kelima : Melupakan Kesalahannya
------------------------------

Saudaraku yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dihalaqah yang ke-7 ini kita akan menjelaskan seni yang ke-4 dalam mempergauli istri yaitu "Kejutan yang menyenangkan".

Dalam kehidupan rumah tangga terkadang terjadi kebosanan pada kehidupan pasangan suami istri. Karena pada sebagian waktu, bilamana hanya sekedar rutinitas saja didalam kehidupan, terjadilah kebosanan yang menimbulkan problem setelahnya.

Oleh karena itu butuh bagi kita untuk merubah ke arah yang lebih baik didalam kehidupan untuk memadu kasih antara pasangan suami istri.

Bukan berarti ketika ada kebosanan berarti tidak ada kecintaan, akan tetapi biasanya memang dengan sebab adanya kebosanan itu terjadinya problem.

Ikhwah fillāh,

Dalam masalah memberikan kejutan yang menyenangkan itu bukan berarti membeli suatu perkara yang mahal, misal membelikan mobil baru untuk istri atau hal-hal lain yang mahal, bukan itu!

Perkaranya lebih mudah dari itu semuanya:

💌 Cukup sms cinta secara tiba-tiba atau mengajak istri untuk makan malam ditepi pantai

🌴 Mengajak rekreasi kepada suatu tempat yang dulu ketika pengantin baru selalu mendatangi tempat tersebut.

Atau mengirim sms:

💕 "Saya rindu, saya cinta, saya ingin selalu duduk bersamamu"

Atau,

🍱 Tatkala pulang dari pekerjaan membawa makanan ringan yang dicintai oleh istri.

Intinya, kejutan yang menyenangkan yang menumbuhkan cinta kedalam hati istrinya.

Adapun seni yang kelima: "Lupakan kesalahan-kesalahan istri".

Jadi, seorang suami shālih, yang pintar, dia tidak mencari-cari kesalahan istrinya karena dia tahu bahwasanya mencari-cari kesalahan merupakan usaha syaithan dalam rangka memisahkan pasangan suami istri yang saling mencintai.

Dan wanita itu paling dominan perasaannya, oleh karena disebabkan terdorong oleh perasaan maka akan terjadi suatu perkara yang menyelisihi pemikiran yang selamat sehingga terjadilah (terjerumus) kepada ketergelinciran.

Disini pentingnya peran suami yang shālih. Dia berperan membantu istrinya agar keluar dari kesalahan itu.

Dia berkata dan berpesan kepada istrinya dengan penuh cinta: "Jangan bersedih, Allāh akan mengampunku dan Allāh akan mengampunimu."

Tidak menampakkan kesalahan yang telah dia buat bahkan dia membimbingnya kepada kebenaran dengan kata-kata lembut dan dengan kalimat yang dirasakan istri dia itu dekat kepadanya dalam rangka mengamalkan sabda Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam:

استوصوا بالنساء خيرا

"Hendaklah berbuat kepada istri dengan kebaikan."

Dan diantara konsekuensi berpesan kepada istri dengan kebaikan itu yaitu tidak mencari kesalahan istri ketika tergelincir.

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melarang dari suatu perkara yang membuat renggangnya antara pasangan suami istri.

Dalam sebuah hadits: Dari Jābir bin 'Abdillah-semoga Allāh meridhai kepdanya-ia berkata: Bahwasanya Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam melarang seorang laki-laki datang kepada keluarganya secara tiba-tiba pada waktu malam untuk mencari kesalahan-kesalahan mereka ( Muttafaq 'Alahi).

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melarang para shāhabat memasuki istrinya diwaktu malam tatkala mereka pulang dari bepergian secara tiba-tiba agar mereka tidak melihat apa yang mereka tidak senangi dari istrinya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"أمهلوا حتى ندخل ليلا كي تمتشط الشعثة وتستحد المغيبة"
"Hendaklah kalian datang secara pelan-pelan (ada pemberitahuan terlebih dahulu) sampai ketika kita memasuki malam agar dia menyisir rambutnya yang kusut dan mencukur bulu kemaluannya"(HR, Bukhari 3/240 & Muslim 3/1527).
أ
Tapi kalau tanpa pemberitahuan, terkadang suami bisa melihat apa yang tidak diinginkannya, karena seorang istri biasanya tidak memperhatikan dirinya diwaktu suaminya tidak ada. Berbeda tatkala suaminya ada/hadir.

Oleh karena tatkala kita memberitahukan waktu pulang kita dari berpergian, dia (istri kita) akan bersiap-siap untuk menyambut suami, dan ini lebih utama.

Bahkan ini salah satu bentuk membantu istri kita untuk berbakti kepada suaminya dan membahagiakan suaminya.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

🇸🇦 Makkah Al-Mukarramah
Selasa, 13 Ramadhan 1436
30 Juni 2015

📖 Disarikan dari kitab "Fann wa Adab At-Ta'amul baina Az-Zaujain", karya Syaikh 'Amr 'Abdul Mun'im Salim, hal.  22- 24 .

📻 By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp "Kajian Audio Muslim & Muslimah"

👥 Untuk Bergabung:
💬 Kirim pesan via WhatsApp (BUKAN SMS Seluler) ke:
📲 Muslim: +966554942933
📲 Muslimah: +966554506956
✏ Tulis: #Nama #Alamat #Muslim atau #Muslimah .

Menyayangi istri yg sedang marah & menghindari celaan

❤ SENI MEMADU KASIH DALAM RUMAH CINTA ❤
By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan
~ Halaqah 8 ~
🌹SENI BERGAUL BERSAMA ISTRI🌹
🔸 Keenam : Menyayangi Istri yang sedang marah
🔸 Ketujuh : Menghindari celaan
-------------------------------------------

Saudaraku yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dihalaqah yang ke-8 ini kita akan menjelaskan seni keenam dalam mempergauli istri secara baik yaitu "Menyayanginya tatkala Istri emosi/marah"

Ikhwah fillāh,

Karena seorang wanita itu berbeda kondisi/keadaannya dengan laki-laki dalam perasaannya. Ketika paling dominan perasaannya (lebih dikedepankan) kadang seorang wanita hilang akal & pemikirannya yang selamat. Maka tidak akan mungkin bisa memperbaikinya diwaktu emosi kecuali dengan kelembutan, kasih sayang & mendekatinya. Atau dengan arti lain berbicara dari hati ke hati dengan perasaan.

Oleh karena itu, Coba kita tiru tauladan kita Nabi Muhammad Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam dalam menyikapi istrinya yang marah kepada Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam.

Didalam sebuah riwayat Abu Bakr Ash-Shidīq minta izin masuk ke Rumah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  lalu Abu Bakr mendengar suara 'Āisyah sangat tinggi sekali. Maka tatkala Abu Bakr masuk hampir mau menampar 'Āisyah. Dan Abu Bakr berkata: "Suaramu kencang sekali kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam?" Akan tetapi Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam menghalanginya. Lalu Abu Bakr Shiddīq keluar dalam keadaan emosi. Lalu tatkala Abu Bakr telah keluar, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata: "Bagaimana engkau lihat aku telah menyelamatkanmu dari laki-laki itu." (HR, Abu Daawud 4999 dengan sanad yang kuat).

Perhatikan kasih sayang Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam.

Ini contoh tauladan bagi kita tatkala menghadapi istri kita yang sedang marah walaupun tinggi suaranya, walaupun sedang marah kepada suaminya, tidak ada cara kecuali meluruskan dengan baik, kelembutan dan kasih sayang, bukan dendam.

Kemudian ikhwah fillāh,

🔸Seni yang ketujuh dalam mempergauli istri secara baik adalah "Waspada/hati-hati dari banyak mencela."

Anas bin Malik-semoga Allāh meridhai kepadanya-berkata: "Aku melayani Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam 10 tahun maka tidaklah aku pernah mendengar sekalipun dia berkata kepadaku 'uf' dan tidak mengatakan 'Kenapa engkau tidak melakukan ini?'."

Ya betul, dalam pasangan suami istri mesti kadang terjadi problem atau suatu hal yang salah, yang membutuhkan celaan dari satu waktu ke waktu yang lain, yang menyebabkan mesti adanya bimbingan ke arah yang baik tanpa mesti terang-terangan dihadapan banyak orang atau anak. Dan tidak pula kita memaksakan diri karena merasa diri menjadi pemimpin.

Ikhwah fillāh,

Sebagian hukamā berkata: "Celaan yang bisa mendekatkan antara hati dan menghilangkan kedengkian, yaitu celaan antara kekasih dengan baik dan ucapan yang lembut."

Tapi kalau seandainya dengan cara mencela itu malah membuka problem lain yang akan terjadi karena kurang bisanya memilih waktu yang tepat dan malah berlebihan dalam mencela bahkan yang ada ingin menang sendiri, maka carilah beberapa alasan dan belajar untuk memaafkan tanpa mencela.

Ja'far bin Muhammad berkata:

التمس لأخيك سبعين عذراً

"Carilah untuk saudaramu 70 alasan."

'Abdullah bin Ja'far memberikan pesan kepada salah satu anaknya: "Waspada dari banyak mencela karena mencela itu mewariskan kebencian."

Demikian, semoga bermanfa'at.
🇸🇦 Makkah Al-Mukarramah
Rabu, 14 Ramadhan 1436
1 Juli 2015

📖 Disarikan dari kitab "Fann wa Adab At-Ta'amul baina Az-Zaujain", karya Syaikh 'Amr 'Abdul Mun'im Salim, hal. 30 &38 - 40.

📻 By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp "Kajian Audio Muslim & Muslimah"

👥 Untuk Bergabung:
💬 Kirim pesan via WhatsApp (BUKAN SMS Seluler) ke:
📲 Muslim: +966554942933
📲 Muslimah: +966554506956
✏ Tulis: #Nama #Alamat #Muslim atau #Muslimah .