Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2015

Karena mereka tidak mengerti

Berbagi Sore ❤ untuk mereka yang merindukan buah hatinya yang bersekolah di pondok pesantren

.:: KARENA MEREKA TIDAK MENGERTI::.

Oleh : Ust. Alimin Mukhtar

*Terimakasih Ustadz, atas penguatan hati yang rapuh*
MANUSIA, karena kebodohan dan pikiran dangkal, atau tumpukan dosa dan propaganda jahat, acapkali membenci apa yang sebetulnya baik baginya. Ada banyak kisah yang bisa kita ceritakan, dari zaman terkini sampai terkuno.
Banyak santri yang masuk pesantren dengan setengah dipaksa orangtuanya. Pada awal tahun ajaran baru, hampir setiap hari mereka menangis, dengan berbagai alasan. Setiap kali hari kunjungan orangtua tiba, mereka hanya punya satu permintaan: “pindah!”.
Tapi, setelah hari-hari yang penuh keluhan itu mereka lalui, dengan segala lika-liku dan perjuangan semua pihak, mereka pun bertahan di Pesantren sampai enam tahun, mulai SMP sampai SMA.
Sebagian malah ingin tetap di Pesantren saja, meski belum ada Perguruan Tinggi tempat mereka belajar. Ada juga yang kemudian menikah dan secara sukarela memilih untuk mengabdikan diri di tempat yang dulu mereka benci itu.
Saya bertanya kepada anak-anak itu, “Kenapa dulu menangis dan tidak mau di Pesantren?” Mereka hanya tertawa, tersipu-sipu malu. Ya, menertawakan dan malu pada kepicikan dirinya sendiri, tapi sekaligus bersyukur ada orang-orang yang sangat peduli pada kebaikan mereka dan dengan teguh mempertahankan cita-cita itu, meski mereka tidak paham bahkan sangat jengkel.
Begitulah mestinya keteguhan para dai, guru, dan orangtua; seteguh para Rasul dalam meyakinkan kaumnya. Sungguh, kebanyakan anak-anak dan umat tidak mengerti apa yang mestinya baik bagi mereka, sehingga memusuhi para penyerunya dengan sengit.
Tidakkah kita mengingat Umar bin Khatthab dan permusuhannya kepada Islam? Bagaimana dengan Khalid bin Walid, pemimpin pasukan berkuda Quraisy yang menghancurkan barisan para Sahabat dalam Perang Uhud? Lihatlah Amr bin Ash yang dengan segala cara merayu Najasyi agar mengusir Ja’far bin Abi Thalib dan para Sahabat yang berhijrah ke Habasyah!
Tapi, itu sebelum mereka mengenal kebaikan Islam. Setelah hatinya terbuka, tiba-tiba mereka menjadi bagian dari para pembela Islam yang paling mengesankan dalam sejarah. Umar bin Khatthab, jangan tanya lagi apa prestasinya, terlalu banyak untuk diceritakan. Khalid bin Walid, panglima yang melalui kepemimpinannya Allah memulai penjungkiran Kekaisaran Persia. Amr bin Ash, melaluinya garnisun-garnisun Romawi di Mesir dan Alexandria dihancurkan, dan tidak pernah tegak kembali.
Begitulah, terkadang diperlukan upaya ekstra untuk membuat manusia dapat mencicipi kebaikan Islam. Mereka mungkin akan melawan, marah, memusuhi, benci, dan kitalah yang harus bersabar. Mereka hanya tidak mengerti.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَجِبَ اللَّهُ مِنْ قَوْمٍ يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ فِي السَّلَاسِلِ
Artinya: “Allah merasa takjub kepada orang-orang yang masuk surga dalam (keadaan terbelenggu oleh) rantai-rantai.” (Riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah).
عَجِبَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَوْمٍ يُقَادُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ
Artinya: “Tuhan kita merasa takjub terhadap kaum yang digiring ke surga dalam (keadaan terbelenggu oleh) rantai-rantai.” (Riwayat Ahmad dan Abu Dawud, dari Abu Hurairah).
اِسْتَضْحَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ : عَجِبْتُ لِأَقْوَامٍ يُسَاقُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ وَهُمْ كَارِهُونَ
Artinya: Nabi tertawa, lalu ditanyakan, “Apa yang membuat Anda tertawa?” Beliau menjawab, “Saya merasa takjub kepada kaum-kaum yang digiring ke surga dalam (keadaan terbelenggu oleh) rantai-rantai, padahal sebenarnya mereka sangat tidak mau.” (Riwayat Thabrani dalam al-Kabir, dari Abu Umamah).
ضَحِكَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ : أَلَا تَسْأَلُوْنِي مِمَّ ضَحِكْتُ؟ قَالُوْا : يَا رَس

W a n i t a

🍀Renungan🍀
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
   بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــمِ 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~
         ~~~~~~~~~~
          'W A N I T A'
         ~~~~~~~~~~
• Tahukah engkau .... 
Bahwa yang pertama kali tinggal di Masjidil Haram adalah 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah ibunda kita 'Siti Hajar' 
istri Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam .....

• Tahukah engkau .... 
Bahwa yang pertama kali beriman kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah istri beliau 'Siti Khadijah' Radhiyallahu 'Anha ....

• Tahukah engkau .... 
Bahwa darah yang pertama kali tumpah di jalan ALLAH Subhanahu wa Ta'ala adalah darah 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah darah 'Syahidah Sumayyah' ibunya Ammar Bin Yasir .....

• Tahukah engkau .....
Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan Al-Qur'an dan di dalamnya ada Surah bernama 
    ~~~~~~~~~~
     'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
          (An-Nisaa')
Itulah surah ke 4, dan surah terpanjang ke 4 dalam Al-Qur'an, ada 176 ayat setelah Al-Baqarah 286 ayat ; Al-ARaaf 206 ayat dan Ali Imran 200 ayat.
Sementara Surah 'Ar-Rijaal' (Laki-Laki) tidak kita temukan didalam 114 Surah.

• Tahukah engkau......
Nabi Saw bersabda : 
"aku berwasiat pada kalian agar bersikap baiklah terhadap 
    ~~~~~~~~~~
     'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah kalimat yang beliau ulang2 hingga 3 kali dalam khutbah perpisahan beliau (wada') sebelum beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam meninggalkan kita semua selamanya...

• Tahukah engkau .......
Nabi Saw bersabda :
"Siapa yang memiliki 
    ~~~~~~~~~~~~
     3 Anak Wanita 
    ~~~~~~~~~~~~
kemudian mendidiknya dan berhasil baik dalam pendidikannya, maka itu akan menjadi pembebas baginya dari Api Neraka"
Sahabat bertanya : 
"Bagaimana jika hanya 2 Anak Wanita saja wahai Rasulullah?"
Jawab Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam : 
"2 Anak Wanita pun bisa"
Kata Sahabat lagi : 
"Bagaimana bila hanya 1 Anak Wanita saja Baginda Rasul?"
Jawab Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam : 
"1 Anak Wanita pun juga bisa"

• Tahukah engkau....
bahwa Surga itu terletak dibawah kaki 
          ~~~~~~~~~~
          Ibu (Wanita) 
          ~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Al-Jannatu Tahtaa aqdaamil Ummahaat : 
"Surga itu berada dibawah telapak kaki Ibu"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Adakah kemuliaan yang melebihi semua ini bagi 
~~~~~~~~~~~~~~~  
'W A N I T A' ?!?!?! 
~~~~~~~~~~~~~~~
Katakanlah wahai para wanita : "Alhamdulillahi 'Alaa Ni'matil Islam" 
(Umar Bin Hafizh)

Jadi.....
Jika engkau mengatakan bahwa Islam adalah agama yang tidak memuliakan 
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Maka engkau mengambil sebuah kesimpulan yang 'Salah Besar'...

Semoga bermanfaat....
Selamat menjalanan aktifitas ....
    . . . . .🍀💖🌺 . . .
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kamis, 23 Juli 2015

Wanita

"W A N I T A"

Tahukah engkau...
Bhw yg pertama kali tinggal di Masjidil Haram adlh wanita..
Itulah ibunda kita Siti Hajar istri Nabi Ibrahim a.s...

Tahukah engkau...
Bhw yg pertama kali beriman pd Rasulullah shalallahu a'laihi wa sallam adlh wanita.. Itulah istri beliau Siti Khadijah r.a...

Tahukah engkau...
Bhw darah yg pertama kali tumpah di jln ALLAH SubhaanAllah wa Ta'ala adlh darah wanita..
Itulah darah Syahidah Sumayyah ibunya Ammar bin Yasir...

Tahukah engkau...
Allah SubhaanAllah wa Ta'ala menurunkan Al-Qur'an & di dlmnya ada surah berjudul wanita (An-Nisa')..
Itulah surah terpanjang yg ke-3 dlm Al-Qur'an...

Tahukah engkau...
Nabi Saw bersabda: "Aku berwasiat pd kalian agar baik terhadap wanita"..
Itulah kalimat yg beliau ulang2 smp 3x dlm khutbah perpisahan (wada') seblm beliau shalallahu a'laihi wa sallam wafat...

Tahukah engkau...
Nabi Saw bersabda: "Siapa yg memiliki 3 anak wanita kemudian mendidiknya & berhasil baik dlm pendidikannya, mk itu akan menjadi pembebas baginya dari api Neraka".

Sahabat bertanya: "Bgmn kalau 2 anak wanita saja?"
Jwb Nabi shalallahu a'laihi wa sallam: "2 anak wanita pun bisa"
Kata Sahabat lg: "Bgmn kalau hanya 1 anak wanita saja?"
Jwb Nabi shalallahu a'laihi wa sallam: "1 anak wanita pun bisa"...

Tahukah engkau, bhw...
Surga terletak di bawah kaki ibu (wanita).. 
Habib Abu Bakar Assegaf wali qutb Gresik berkata:
"Ketahuilah wahai fulan, doa org tuamu itu lebih hebat drpd doa 70 org spt aku ini",
Aljannatu tahta aqdamil ummahat:
"Syurga itu di bawah telapak kaki ibu"

Adakah kemuliaan yg melebihi semua ini bagi wanita...?

Katakanlah wahai para wanita: "Alhamdulillah a'laa ni'matil Islam"

(Alhabib Umar bin Hafizh)

Semoga Bermanfaat

Minggu, 19 Juli 2015

Nasehat & renungan

Kebahagiaan dan Kesedihan Itu Silih Berganti..

Seorang raja meminta kepada menterinya agar supaya di ukirkan di cincin miliknya sebuah tulisan yang apabila dibaca pada saat bersedih maka tidak larut dalam kesedihannya dan apabila dibaca pada saat bahagia maka tidak larut dalam kebahagiaannya..

Menteri itu-pun kemudian mengukir di cincin tuan raja:
"Waktu Ini Pasti Berlalu".

Sungguh, menteri yang cerdas..!
-------------------

Jika kamu ingin membahagiakan 'Ibumu' maka berbicaralah kepadanya.
Jika kamu ingin membahagiakan 'Ayahmu' maka mendengarlah kepadanya.

Keterangan:
Ibu sebagaimana orang perempuan suka diajak berbicara dan diberi cerita.
Ayah sebagaimana orang laki suka jika diberi kesempatan berbicara lebih banyak dan didengarkan.
------------------------

Manusia akan berbicara buruk tentang dirimu dalam tiga keadaan;

1. Ketika mereka tidak memiliki apa yang kamu miliki.
2. Ketika mereka tidak mampu menjadi seperti kamu.
3. Ketika mereka tidak bisa sampai kepada kedudukanmu.

Nasehat yg membuatku termenung.

شهادة الميلاد .. ورقـــــه
شهادة التطعيم .. ورقــــه
شهادة النجاح .. ورقــــــه
شهادة التخرج .. ورقـــــه

... وتتوالى الأوراق ......
Akte kelahiran... adalah kertas.
Kartu imunisasi... kertas.
Piagam kelulusan... kertas.
Ijazah... juga kertas.

--- semuanya hanya berupa kertas!! ---

عقد الزواج .. ورقــــــــه
جواز السفر .. ورقــــــــه
وثيقة ملگــية البيت .. ورقة
حسن السلوك .. ورقـــــه
وصفة العلاج .. ورقــــــــه
الدعوة للمناسبات .. ورقــه
Akad nikah... kertas.
Paspor... kertas.
Surat kepemilikan rumah... juga kertas.
Resep dokter... kertas.
Undangan acara... juga kertas.

حياتنا عباره عن ورق في ورق ..
تطويها الأيام .. وتمزقها .. ثم ترميها
Kehidupan kita layaknya kertas-kertas.
Seiring waktu berlaku, dirobek, kemudian dibuang.

الدنيا كلها .. أوراق ..
Dunia itu semuanya terdiri dari kertas2.

فكم يحزن الإنسان .. لورقه
Berapa banyak orang bersedih karena "kertas-kertas" yang dimilikinya.

وكم يفرح .. لـــــــورقه .. ^^
Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas-kertas" yang dimilikinya.
لكن ...
الورقه الوحيدة التي لايمكن للإنسان ان يراها هي :
ورقــــــــة شهادة الوفاة ..
Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat manusia selamanya, yaitu:
SURAT KEMATIAN.

فأعمل لها فإنها أهم ورقــه
Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian, karena itu adalah "KERTAS" terpenting.

قال: الامام علي بن ابي طالب :
Imam Ali bin Abi Thalib berkata:

أمران لا يدومان للمؤمن :
" شبابه وقوته "
Dua hal yang tidak akan kekal dalam diri seorang mukmin: "masa mudanya dan kekuatannya."

وأمران ينفعان كل مؤمن :
" حسن الخلق وسماحة النفس "
Dan dua hal yang berguna untuk setiap mukmin: "akhlak yang mulia dan jiwa yang lapang".

وأمران يرفعان شأن المؤمن :
" التواضع وقضاء حوائج الناس "
Dan dua hal pula yang akan mengangkat derajat seorang mukmin: "sikap tawadhu (rendah hati) dan menolong kesulitan orang lain".

وأمران يدفعان البلاء :
" الصدقة وصلة الأرحام "
Dan dua hal pula yang menjadi penolak bala': "sedekah dan silaturahmi"

Senin, 13 Juli 2015

Tawashou bil haq tawashou bi shobr

بسم الله الرحمن الرحيم

السّلام عليكم ورحمةالله وبركاته

💥Tawashou bil Haq wa Tawashou bis Shobr🌴

👬 Ikhwati Fillah...
Ulangi terus membaca Al Qur'an,  jangan sampai melupakanny, kelak hari kiamat akan ada acara pnghargaan yg tidak sama dg acara festifal-festifal di dunia,  oleh karena itu waspadalah jangan sampai kamu menyesal,  padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah,  naiklah dan tartilkanlah.. "
🏠Duduklah bersama ulama dengan akalmu
🚌Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu
💡Duduklah bersama teman dg kesantunan adabmu
📣Duduklah bersama keluarga dg kelembutanmu
🚪Duduklah bersama org bodoh dg kemurahan hatimu
🔵Jadilah teman Robb-mu dg mengingat-NYA
🔋Dan jadilah teman bagi dirimu sendiri dg nasihatmu
💦Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu,  karena di langit ada Zat yg mengapresiasi dengan berkahnya ...
🌹Kehidupan kita ibarat mawar,  disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia,  juga memiliki duri yg bikin kita tersakiti
💢Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu,  meskipun kamu tdk ada daya
👊Sebaliknya apa yg bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dg kekuatanmu
💧Tidak seorangpun yg memiliki sifat sempurna selain Allah,  oleh karna itu berhentilah dari mencari-cari aib orang lain
🌵Kesadaran itu pada akal,  bukan pada usia,  umur hanyalah bilangan harimu,  sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu
🌸Berlemah lembutlah ketika bicara dgn org lain, karena setiap org merasakan derita hidupnya masing2, sedangkan kamu tidak mengetahuinya
🌼Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi,  kecuali KEBAHAGIAAN,  justru akan bertambah jika kamu bagi kpd yg lain.

Wallahu A'lam
Semoga bermanfaat

والسّلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Minggu, 12 Juli 2015

Calon istriku belum bisa masak

CALON ISTRIKU BELUM BISA MASAK

Bu..., Calon Isteriku Belum Bisa Masak..

Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.

"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"

"Ini masak gurame goreng. Sama sambal terong kesukaan Ayah" sahutnya.

"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku sepertinya dia belum bisa masak loh..."

"Iya terus kenapa..?" Sahut Ibu.

"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe"

"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?"

Aku menatap Ibu dengan tak paham. 

Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri." katanya sambil menyentil hidungku.

"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?" 

Aku masih tak paham juga.

"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami." kata Ibu. 

"Karena Ayahmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya"

Saya makin bingung Bu. 

"Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah." 

Beliau berbalik menatap mataku.

"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu.

"Iya tentu saja Bu.."

"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami." 

Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini.

"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Ayah sekalipun?"

"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."

Aku hanya diam terpesona.

"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."

"Iya Buu..." 

Aku mulai paham, 

"Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri." 

Ibuku tersenyum.

"Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"

"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga"

"MasyaAllah.... eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?"

"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya."

Silahkan share tulisan ini agar sahabat muslim yang lain tahu esensi berkeluarga yang sebenarnya.. :')

Rabu, 08 Juli 2015

Karena 150 rupiah

KARENA 150 RUPIAH

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim.

Ada satu kisah nyata yang sangat BERHARGA, diceritakan seorang trainer Kubik Leadership yang bernama Jamil Azzaini di kantor Bea dan Cukai Tipe A Bekasi sekitar akhir tahun 2005.

Saat itu ia menceritakan satu kisah dengan sangat menyentuh dan membuat air mata pendengar berurai.

Mohon berkenan dibaca dan diambil ibroh nya.
Berikut kisahnya:

Pada akhir tahun 2003, istri saya selama 11 malam tidak bisa tidur. Saya sudah berusaha membantu agar istri saya bisa tidur, dengan membelai, diusap-usap, masih susah tidur juga. Sungguh cobaan yang sangat berat. Akhirnya saya membawa istri saya ke RS Citra Insani yang kebetulan dekat dengan rumah saya. Sudah 3 hari diperiksa tapi dokter tidak menemukan penyakit istri saya.

Kemudian saya pindahkan istri saya ke RS Azra, Bogor. Selama berada di RS Azra, istri saya badannya panas dan selalu kehausan. Setelah dirawat 3 bulan di RS Azra, penyakit istri saya belum juga diketahui penyakitnya.

Akhirnya saya putuskan untuk pindah ke RS Harapan Mereka di Jakarta dan langsung di rawat di ruang ICU. Satu malam berada di ruang ICU pada waktu itu senilai Rp 2,5 juta. Badan istri saya –maaf- tidak memakai sehelai pakaian pun.

Dengan ditutupi kain, badan istri saya penuh dengan kabel yang disambungkan ke monitor untuk mengetahui keadaan istri saya. Selama 3 minggu penyakit istri saya belum bisa teridentifikasi, tidak diketahui penyakit apa sebenarnya.

Kemudian pada minggu ke-tiga, seorang dokter yang menangani istri saya menemui saya dan bertanya,

“Pak Jamil, kami minta izin kepada pak Jamil untuk mengganti obat istri bapak.”

“Dok, kenapa hari ini dokter minta izin kepada saya, padahal setiap hari saya memang gonta-ganti mencari obat untuk istri saya, lalu kenapa hari ini dokter minta izin ?”

“Ini beda pak Jamil. Obatnya lebih mahal dan obat ini nantinya disuntikkan ke istri bapak.”

“Berapa harganya dok?”

“Obat untuk satu kali suntik 12 juta pak.”

“Satu hari berapa kali suntik dok?”

“Sehari 3 kali sunt  ik.”

“Berarti sehari 36 juta dok?”

“Iya pak Jamil.”

“Dok, 36 juta bagi saya itu besar sedangkan tabungan saya sekarang hampir habis untuk menyembuhkan istri saya. Tolong dok, periksa istri saya sekali lagi. Tolong temukan penyakit istri saya dok.”

“Pak Jamil, kami juga sudah berusaha namun kami belum menemukan penyakit istri bapak. Kami sudah mendatangkan perlengkapan dari RS Cipto dan banyak laboratorium namun penyakit istri bapak tidak ketahuan.”

“Tolong dok…., coba dokter periksa sekali lagi. Dokter yang memeriksa dan saya akan berdoa kepada Rabb saya. Tolong dok dicari”

“Pak Jamil, janji ya kalau setelah pemeriksaan ini kami tidak juga menemukan penyakit istri bapak, maka dengan terpaksa kami akan mengganti obatnya.” Kemudian dokter memeriksa lagi.

“Iya dok.”

Setelah itu saya pergi ke mushola untuk shalat dhuha dua raka’at. Selesai shalat dhuha, saya berdoa dengan menengadahkan tangan memohon kepada Allah, -setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Rasululloh,

“Ya Allah, ya Tuhanku….., gerangan maksiat apa yang aku lakukan. Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga engkau menguji aku dengan penyakit istriku yang tak kunjung sembuh. Ya Allah, aku sudah lelah. Tunjukkanlah kepadaku ya Allah, gerangan energi negatif apakah yang aku lakukan sehingga istriku sakit tak kunjung sembuh ? sembuhkanlah istriku ya Allah.

Bagimu amat mudah menyembuhkan penyakit istriku semudah Engkau mengatur Milyaran planet di muka bumi ini ya Allah.”

Kemudian secara tiba-tiba ketika saya berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa yang pernah aku lakukan? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga aku diuji dengan penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya teringat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu ketika saya mengambil uang ibu sebanyak Rp150, , di bawah bantal ibu saya.

Saya mengambilnya. Rp75,- untuk membayar SPP dan Rp75,- saya gunakan untuk jajan.

Saya kemudian bertanya, kenapa ketika berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya diingatkan dengan kejadian kelas 6 SD dulu ketika saya mengambil uang ibu. Padahal saya hampir tidak lagi mengingatnya ??.

Maka saya berkesimpulan mungkin ini petunjuk dari Allah. Mungkin inilah yang menyebabkan istri saya sakit tak kunjung sembuh dan tabungan saya hampir habis. Setelah itu saya menelpon ibu saya,

“Assalamu’alaikum Ma…”

“Wa’alaikumus salam Mil….” Jawab ibu saya.

“Bagaimana kabarnya Ma ?”

“Ibu baik-baik saja Mil.”

“Trus, bagaimana kabarnya anak-anak Ma ?”

“Mil, mama jauh-jauh dari Lampung ke Bogor untuk menjaga anak-anakmu. Sudah kamu tidak usah memikirkan anak-anakmu, kamu cukup memikirkan istrimu saja. Bagaimana kabar istrimu Mil, bagaimana kabar Ria nak ?” –dengan suara terbata-bata dan menahan sesenggukan isak tangisnya-.

“Belum sembuh Ma.”

“Yang sabar ya Mil.”

Setelah lama berbincang sana-sini –dengan menyeka butiran air mata yang keluar-, saya bertanya, “Ma…, Mama masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ?”

“Yang mana Mil ?”

“Kejadian ketika Mama kehilangan uang Rp150,- yang tersimpan di bawah bantal ?”

Kemudian di balik ujung telephon yang nun jauh di sana, Mama berteriak, (ini yang membuat bulu roma saya merinding setiap kali mengingatnya)

“Mil, sampai Mama meninggal, Mama tidak akan melupakannya.” (suara mama semakin pilu dan menyayat hati),

“Gara-gara uang itu hilang, mama dicaci-maki di depan banyak orang. Gara-gara uang itu hilang mama dihina dan direndahkan di depan banyak orang. Pada waktu itu mama punya hutang sama orang kaya di kampung kita Mil. Uang itu sudah siap dan mama simpan di bawah bantal namun ketika mama pulang, uang itu sudah tidak ada. Mama memberanikan diri mendatangi orang kaya itu, dan memohon maaf karena uang yang sudah mama siapkan hilang.

Mendengar alasan mama, orang itu merendahkan mama Mil. Orang itu mencaci-maki mama Mil. Orang itu menghina mama Mil, padahal di situ banyak orang. ...rasanya Mil. Mamamu direndahkan di depan banyak orang padahal bapakmu pada waktu itu guru ngaji di kampung kita Mil tetapi mama dihinakan di depan banyak orang. SAKIT.... SAKIT... SAKIT rasanya.”

Dengan suara sedu sedan setelah membayangkan dan mendengar penderitaan dan sakit hati yang dialami mama pada waktu itu, saya bertanya, “Mama tahu siapa yang mengambil uang itu ?”

“Tidak tahu Mil…Mama tidak tahu.”

Maka dengan mengakui semua kesalahan, saya menjawab dengan suara serak,

“Ma, yang mengambil uang itu saya Ma….., maka melalui telphon ini saya memohon keikhlasan Mama. Ma, tolong maafkan Jamil Ma…., Jamil berjanji nanti kalau bertemu sama Mama, Jamil akan sungkem sama mama. Maafkan saya Ma, maafkan saya….”

Kembali terdengar suara jeritan dari ujung telephon sana,
“Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim…..Ya Allah ya Tuhanku, aku maafkan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Maafkanlah dia ya Allah, ridhailah dia ya Rahman, ampunilah dia ya Allah.”

“Ma, benar mama sudah memaafkan saya ?”

“Mil, bukan kamu yang harus meminta maaf. Mama yang seharusnya minta maaf sama kamu Mil karena terlalu lama mama memendam dendam ini. Mama tidak tahu kalau yang mengambil uang itu adalah kamu Mil.”

“Ma, tolong maafkan saya Ma. Maafkan saya Ma?”

“Mil, sudah lupakan semuanya. Semua kesalahanmu telah saya maafkan, termasuk mengambil uang itu.” “Ma, tolong iringi dengan doa untuk istri saya Ma agar cepat sembuh.”

“Ya Allah, ya Tuhanku….pada hari ini aku telah memaafkan kesalahan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Dan juga semua kesalahan-kesalahannya yang lain. Ya Allah, sembuhkanlah penyakit menantu dan istri putraku ya Allah.”

Setelah itu, saya tutup telephon dengan mengucapkan terima kasih kepada mama. Dan itu selesai pada pukul 10.00 wib, dan pada pukul 11.45 wib seorang dokter mendatangi saya sembari berkata,

“Selamat pak Jamil. Penyakit istri bapak sudah ketahuan.”

“Apa dok?”

“Infeksi prankreas.”

Saya terus memeluk dokter tersebut dengan berlinang air mata kebahagiaan, “Terima kasih dokter, terima kasih dokter. Terima kasih, terima kasih dok.”

Selesai memeluk, dokter itu berkata, “Pak Jamil, kalau boleh jujur, sebenarnya pemeriksaan yang kami lakukan sama dengan sebelumnya. Namun pada hari ini terjadi keajaiban, istri bapak terkena infeksi prankreas.

Dan kami meminta izin kepada pak Jamil untuk mengoperasi cesar istri bapak terlebih dahulu mengeluarkan janin yang sudah berusia 8 bulan. Setelah itu baru kita operasi agar lebih mudah.”

Setelah selesai, dan saya pastikan istri dan anak saya selamat, saya kembali ke Bogor untuk sungkem kepada mama bersimpuh meminta maaf kepadanya, “Terima kasih Ma…., terima kasih Ma.”

Namun…., itulah hebatnya seorang ibu. Saya yang bersalah namun justru mama yang meminta maaf. “Bukan kamu yang harus meminta maaf Mil, Mama yang seharusnya minta maaf.”

Sahabat ... Sungguh benar sabda Rasulullaah shalallaahu ’alaihi wa sallam :

"Ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)

"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)

✅ Kita dapat mengambil HIKMAH bahwa:

▶ Bila kita seorang anak ...

Janganlah sekali-kali membuat marah orang tua, karena murka mereka akan membuat murka Allah subhanahu wa ta’ala. Dan bila kita ingin selalu diridloi-Nya maka buatlah selalu orang tua kita ridlo kepada kita.

Jangan sampai kita berbuat zholim atau aniaya kepada orang lain, apalagi kepada kedua orang tua, karena doa orang teraniaya itu terkabul.

▶ Bila kita sebagai orang tua ...

Berhati-hatilah pada waktu marah kepada anak, karena kemarahan kita dan ucapan kita akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan kadang penyesalan adalah ujungnya.

Doa orang tua adalah makbul, bila kita marah kepada Anak, Berdoalah untuk kebaikan anak-anak kita, maafkanlah mereka.

Semoga kita di karuniai anak keturunan yang shaleh dan shalehah, yang pintar dan kreatif dan menjadi kebanggaan kita dalam kebaikan.
Aamiin

Aku dan 3 istriku

[💌 Aku dan Tiga “Istriku” 💌 ]

Ketika poligami menjadi sesuatu yang menakutkan, kami sudah menjalaninya dengan menyenangkan.

Aku dikaruniai 3 “istri” yang sangat mendukung perjuanganku.
Ketiga istriku saling bersinergi menghadirkan surga di dunia ini menuju surga sebenarnya nanti.

Aku menikahi “istri” pertamaku pada saat usiaku masih sangat
belia.

Aku jatuh hati pada pandangan pertama.

Tak perlu waktu lama untuk memproses pernikahanku.

Istri pertamaku sangat sayang kepadaku, ia selalu menuntun dan membimbingku setiap aku ditimpa masalah dalam hidup.

Aku tak akan pernah kehilangan cinta kepadanya. Istri pertamakulah yang menunjukkan aku pada calon “istri” keduaku.

Aku banyak mengetahui dia dari istri pertamaku itu. Begitu banyak hal yang menarik yang ditunjukkan calon istri keduaku itu, maka tak perlu waktu lama, akupun segera menikahinya.

Aku begitu bersemangat bergairah hidup bersama keduanya. Tak berhenti sampai disini kebahagiaanku.

Kedua istriku itu membujukku untuk segera memperistri seorang akhwat shalihah yang aku sendiri belum pernah mengenal dia sebelumnya, kecuali dari selembar biodata dan sedikit informasi dari sahabat dan keluarganya.

Bahkan usiaku belum genap 22 tahun saat itu. Tapi karena aku sudah sangat percaya kepada kedua istriku itu, maka dengan mengucap bismillah aku menikahi istri ketigaku.

Alhamdulillah lengkap sudah kebahagiaanku, apalagi di kemudian hari dari rahimnya Terlahir 3 orang anak yang lucu-lucu.. (Aisyah maharani, ahmad rasyid dan aya shofia)
Tapi dibanding yang lainnya, istri ketiga ini paling Banyak Berkorban..

Demi kedua istriku sebelumnya, dia lebih banyak mengalah untuk
memberiku waktu lebih banyak bersama mereka.

Dia sudah tahu bahwa aku menikahi istri pertama dan kedua atas dasar cinta, tapi aku menikahi istri ketigaku atas dasar cintaku pada kedua istriku pertamaku itu.

Cinta itu baru tumbuh belakangan, setelah kutahu bahwa dia begitu cinta kepadaku.

Istriku ketigaku pun sangat hormat, cinta dan sayang kepada dua istri pertamaku.

“Istri” pertamaku bernama Ilmu, dia begitu bercahaya dihatiku.

“Istri” keduaku bernama Dakwah, ia begitu menginspirasi gerak kehidupanku.

“Dan istri ketigaku itulah istriku sebenarnya, yang rela menikah denganku atas bimbingan Ilmu dan Dakwah .

Semoga cinta ini kekal hingga ke syurga. “Ya Allah, ini adalah pembagianku dalam hal-hal yang aku miliki. Maka janganlah Engkau mencelaku pada sesuatu yang tidak aku miliki.” (HR. Bukhari dalam kitab Fathul Baari Juz 9 hal. 224)

Ketika ukhuwah hampir punah

Ketika Ukhuwah
Hampir Punah

Oleh: Ust. Abu Fatiah Al-Adnani

Dari Abu Hurairah , Rasulullah
bersabda:
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻟَﺎ ﺗَﺬْﻫَﺐُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﻮْﻡٌ ﻟَﺎ
ﻳَﺪْﺭِﻱ ﺍﻟْﻘَﺎﺗِﻞُ ﻓِﻴﻢَ ﻗَﺘَﻞَ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﻤَﻘْﺘُﻮﻝُ
ﻓِﻴﻢَ ﻗُﺘِﻞَ ﻓَﻘِﻴﻞَ ﻛَﻴْﻒَ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﺫَﻟِﻚَ
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻬَﺮْﺝُ ﺍﻟْﻘَﺎﺗِﻞُ ﻭَﺍﻟْﻤَﻘْﺘُﻮﻝُ ﻓِﻲ
ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“Demi Dzat yang jiwaku ini
berada dalam genggaman-Nya,
dunia ini tidak akan musnah
sehingga orang-orang saling
bunuh satu sama lain tanpa
mengetahui apa penyebabnya.
Demikian juga orang yang
dibunuh, dia tidak tahu apa
penyebabnya sehingga dia
harus dibunuh.” Maka,
ditanyakanlah kepada beliau,
“Bagaimana mungkin hal itu
bisa terjadi?” Beliau menjawab,
“Itulah al-harj, yang membunuh
dan yang dibunuh sama-sama
di neraka” ( HR. Muslim, Al-
Fitan , hadits no. 2908 [Muslim
bi Syarh An-Nawawi (9/230)]
Di masa kenabian, di saat para
sahabat hidup di bawah
naungan sunnah yang kokoh,
maka tali ukhuwah imaniyah
mampu mengikat hati-hati
mereka satu sama lainnya.
Mereka layaknya saudara
kandung. Rasulullah
menggambarkan seperti jasad
yang satu, yang bila ada
anggota tubuhnya terluka atau
tersakiti maka anggota tubuh
lainnya pasti akan ikut
merasakannya.
Namun Rasulullah juga
mengabarkan akan datangnya
fitnah yang akan mencerai-
beraikan tali ukhuwah, bahkan
sampai berujung pada
penumpahan darah sesama
mereka. Para ulama dan ahli
sejarah menyepakati bahwa
awal mula pertumpahan darah
sesama umat Islam dimulai
setelah wafatnya Umar bin
Khattab, tepatnya di masa
Usman bin Affan.
Hudzaifah berkata: Saat itu
kami sedang duduk-duduk
bersama Umar. Maka
berkatalah Umar, “Siapakah di
antara kalian yang tahu betul
terhadap sabda Rasulullah
yang berkaitan dengan fitnah?”
Maka aku pun menjawab,
“Akulah orangnya.” Maka, Umar
berkara, “Sungguh, engkau
terhadap masalah ini termasuk
orang yang berani.” Maka aku
pun langsung mengatakan
permasalah itu di hadapannya,
“(Ketahuilah), fitnah yang
menimpa seorang laki-laki
terkait keluarga, harta, anak,
atau tetangganya dapat dilebur
dengan shalat, puasa, sedekah,
dan melakukan amar makruf
dan nahi munkar.” Umar
berkata, “Bukan itu yang aku
maksudkan, tetapi fitnah yang
menerpa (umat Islam) laksana
gelombang samudera.” Maka
Hudzaifah berkata, “(Tenang
saja) engkau tidak akan
mengalami pedihnya fitnah itu,
wahai Amirul Mukminin, karena
antara fitnah itu dan diri Anda
terdapat pintu yang tertutup
(yang menghalanginya).” Umar
balik bertanya, “Apakah pintu
tersebut akan terbuka atau
didobrak?’ Hudzaifah
menjawab, “Pintu tersebut akan
didobrak secara paksa.” Kami
(perawi) pun berkata, “Apakah
Umar juga mengetahui ‘pintu’
itu?” Hudzaifah menjawab, “Iya,
dia pun juga mengetahuinya
seperti siang yang akan
mendahului malam. Ketahuilah,
aku tidak menceritakan hal ini
dengan mengada-ada. Biarkan
aku pergi untuk bertanya
langsung kepada Hudzaifah.
Maka kami pun menyuruh
Masruq untuk menanyakannya,
maka Hudzaifah pun menjawab,
‘Pintu itu adalah Umar’.” [(HR.
Al-Bukhari, bab: Mawâqit Ash-
Shalah , hadits no. 525 [Fath Al-
Bâri (2/11)]. Hadits ini juga
diriwayatkan oleh Imam
Muslim: Bab Al-Fitan wa Al-
Malâhim , hadits no. 144
[Muslim bi Syarh An-Nawawi
(9/215)]
Riwayat di atas menjelaskan
bahwa Umar adalah batas akhir
sebelum datangnya fitnah yang
akan menimpa kaum muslimin.
Maka sejak terbunuhnya Usman
bin Affan, fitnah peperangan
dan pembunuhan antar sesama
muslim akan terus berlangsung
hingga kiamat.
Bersikap yang benar saat
zaman fitnah itu datang
Sebuah karunia yang sangat
agung saat Allah menyatukan
hati-hati kaum muslimin dalam
melawan musuh musuhnya.
Inilah yang kita saksikan atas
umat Islam di negeri Syam,
ketika mereka ditimpa
kedzaliman dan keganasan
musuh musuhnya dari kalangan
Syi’ah Nushairiah. Ribuan umat
Islam bangkit dan berbondong-
bondong berhijrah menuju
negeri yang dijanjikan penuh
keberkahan itu. Dan secara
perlahan, umat Islam bangkit
dari ketertindasan. Sementara
kemenangan demi kemenangan
terus mereka raih atas musuh-
musuhnya.
Namun kegembiraan itu tidak
berjalan panjang. Tiba-tiba kita
dikejutkan dengan perselisihan
antar umat Islam, antar para
mujahid yang di tangan mereka
tergenggam senjata. Maka
perjuangan umat Islam
melawan musuh-musuhnya
ternoda dengan darah-darah
yang tertumpah oleh sesama
mereka. Lebih menyedihkan
bahwa perselisihan itu tidak
hanya menimpa kepada mereka
yang berada di medan konflik,
namun juga melebar melalui
berbagai jejaring sosial di
seluruh dunia. Perang darah
itu meluas hingga perang tinta
di dunia maya. Kehormatan
para mujahid itu tercoreng oleh
lisan-lisan umat Islam yang
terseret badai fitnah yang
bertiup kencang. Masing-
masing terjebak pada fanatisme
pembelaan kelompok idolanya.
Setiap orang dengan gadget di
tangannya terlalu bebas untuk
membuat statemen yang
menciderai kehormatan para
ulama dan syuhada.
Sungguh, mereka yang lisan
dan tangannya Allah
selamatkan dari menodai
kehormatan saudaranya adalah
manusia yang paling beruntung
di saat badai fitnah itu datang.
Jika dia termasuk yang
dikaruniai Allah kemampuan
untuk mendamaikan dua
saudaranya yang bertikai, maka
itu adalah sebesar-besar
karunia dan seagung-agung
pahala. Namun jika ia bukan
termasuk di dalamnya, maka
berdoa untuk kebaikan kaum
muslimin dan berupaya
menahan lisan dan tangannya
dari menodai kehormatan
mereka adalah pilihan yang
terpuji. Rasulullah
mengingatkan:
“Sungguh, nanti akan terjadi
fitnah di mana orang yang tidur
lebih baik daripada orang yang
duduk, orang yang duduk lebih
baik daripada orang yang
berdiri, orang yang berdiri
lebih baik daripada orang yang
berjalan, dan orang yang
berjalan lebih baik daripada
orang yang berlari.” Abu Bakrah
bertanya, “Apa yang Anda
perintahkan kepadaku jika aku
menemui hal semacam itu?”
Beliau menjawab, “Barangsiapa
yang mempunyai unta
hendaknya dia pergi dengan
untanya, barangsiapa yang
memiliki kambing hendaknya
dia pergi dengan membawa
kambingnya, dan barangsiapa
yang mempunyai tanah
hendaknya dia pergi dengan
membawa hasil penjualan
tanahnya. Namun bagi mereka
yang tidak mempunyai apa-apa
hendaknya dia menghantamkan
pedangnya pada batu keras
(agar rusak-edt) kemudian
menyelamatkan diri
semampunya.” HR. Muslim, Al-
Fitan , hadits no. 2887 [Muslim
bi Syarh An-Nawawi (9/208)].
Abu Dawud, Al-Fitan wa Al-
Malâh im, hadits no. 4238 [‘Aun
Al-Ma‘bûd (11/335)]
Ya, menyibukkan diri dengan
amal shalih yang sesuai dengan
bidang dan kemampuannya
dengan tetap berupaya
memberi manfaat kepada umat
yang sebanyak-banyaknya
adalah di antara pilihan amal
yang terbaik. Allah tidak akan
menuntut kita di luar batas
kemampuan kita. Semoga Allah
menyatukan hati hati kaum
muslimin dan menaungi mereka
dengan rahmat-Nya. Amiiiin.

Fenomena Ka'bah

Subject: fenomena ka'bah

Kesaksian ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF. Sunita Williams, seorang wanita India pertama yang pergi ke bulan pada tanggal 09-07-2011. Kembalinya dari Bulan langsung masuk dan memeluk Agama Islam.Dia berkata :' 'Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya. Ketika aku lihat dengan Teleskop, ternyata tempat itu adalahMekkah dan Madinah. Di Bulan semua frekuensi suara tidakberfungsi, Tapi aku masih mendengar suara Adzan'' Prof Lawrence E Yoseph : Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis : "...Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik. Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada!! Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah.Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya. Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menulis : "...Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi. Radiasi yang berada di sekitar ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’ artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub. Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Sebab itu lah ketika kitìa mengelilingi Ka’Bah, maka seakan- akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Makkah juga merupakan pusat bumi.
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.Allah berfirman : ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan’ (ar-Rahman:33). Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah subhanahu wata'ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya. Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’Bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita. Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda :Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh. Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad. Hanya Allah Yang Maha Kuasa Dan Segala-Galanya.

Subhanallah.. Kalau sedang online, sebarkan ke sesama muslim. (Berarti anda telah membelanjakan hartamu di jalan Allah).