Tampilkan postingan dengan label mutiara hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mutiara hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2015

Jadikan buah lemon itu minuman yg manis

🌴 Jadikan Buah Lemon Itu Minuman yang Manis! 🌴

Orang cerdik akan berusaha merubah kerugian menjadi keuntungan.
Sedangkan orang bodoh akan membuat suatu musibah menjadi bertumpuk dan berlipat ganda.

🌻Ketika Rasulullah s.a.w. diusir dari Makkah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang sangat akrab di telinga dan mata sejarah.

🍂Ahmad ibn Hanbal pernah dipenjara dan dihukum dera, tetapi karenanya pula ia kemudian menjadi imam salah satu madzhab.

🍂Ibnu Taimiyyah pernah di penjara, tetapi justru di penjara itulah ia banyak melahirkan karya.

🍂As-Sarakhsi pernah dikurung di dasar sumur selama bertahun-tahun, tetapi di tempat itulah ia berhasil mengarang buku sebanyak dua puluh jilid.

🍂Ketika Ibnul-Atsir dipecat dari jabatannya, ia berhasil menyelesaikan karya besarnya yang berjudul Jami'ul Ushul dan an-Nihayah, salah satu buku paling terkenal dalam hadits.

🍂Demikian halnya dengan Ibnul-Jawzy, ia pernah diasingkan dari Baghdad, dan karena itu ia menguasai qiraah sab'ah.

👉Malik ibn ar-Raib adalah penderita suatu penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tak kalah dengan karya-karya para penyair besar zaman Abbasiyah.

👉Lalu, ketika semua anak Abi Dzuaib al-Hudzali mati meninggalkannya seorang diri, ia justru mampu menciptakan nyanyian nyanyian puitis yang mampu membekam mulut zaman, membuat setiap pendengarnya tersihir, memaksa sejarah untuk selalu bertepuk tangan saat mendengarnya kembali.

👉Begitulah, ketika tertimpa suatu musibah, Anda harus melihat sisi yang paling terang darinya.

👉Ketika seseorang memberi Anda segelas air lemon, Anda perlu menambah sesendok gula ke dalamnya.

👉Ketika mendapat hadiah seekor ular dari orang, ambil saja kulitnya yang mahal dan tinggalkan bagian tubuhnya yang lain.

👉Ketika disengat kala jengking, ketahuilah bahwa sengatan itu sebenarnya memberikan kekebalan pada tubuh Anda dari bahaya bisa ular.

👉Kendalikan diri Anda dalam berbagai kesulitan yang Anda hadapi!
Dengan begitu, Anda akan dapat mempersembahkan bunga mawar dan melati yang harum kepada kami.

👉Dan, {Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.} (QS. Al-Baqarah: 216)

Selasa, 16 Juni 2015

Amal hangus gara-gara status

Astaghfirullahaladzim.

Bismillah

AMAL HANGUS GARA-GARA STATUS

✅ Alhamdulillah OTW Tabligh Akbar di Istiqlal
✅ Alhamdulillah akhirnya bisa bertemu Syaikh...
✅ Alhamdulillah, dah muroja'ah satu juz...
✅ Alhamdulillah sholat duha ini sangat nikmat..
✅ Alhamdulillah meruqyah kesurupan masal di sekolah, sukses...

☝Pernahkah anda menulis status seperti itu atau semisalnya ??!?

🍂 Jangan terlalu vulgar mengekspos kegiatan pribadi di status, apalagi yg begitu sensitif :

"Sebentar lagi mau pergi kajian hadits"

" Alhamdulillah sudah suray An Naba, tapi susah juga sudah 1 bulan belum lewar dari ayat 35"

"Wah Ana masih ketinggalan dua juz dari kawan yang sudah 6 juz,  harus lebij semangat lagi"

" Nikmatnya shalat subuh tadi.

" Alhamdulillah bisa tahajud, witir dan shalat fajar'

"Hafalan hadits umdatul ahkam yang ke 120 kok lupa lagi ya"

"5 menit lagi mau berjama'ah isya' di masjid"

"Suara ane tadi pas jadi imam shalat kedengaran ga ya ama makmum akhwat di belakang."

"Sedang berada di kajian ustadz fulan...persis di depan beliau."

"Khutbah jum'at di Masjid Nabawi kali ini sangat menyentuh"

"Aduh, tadi pas di majlisnya syekh fulan gak sempat nyatat, padahal faidahnya banyak"

"Otw mekkah.... "

"Bismillah... Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah.. Moga selamat sampe Makkah"

"Ini dah masuk thawaf ke berapa ya...? Lupa ane."

"Lantai tiga masjidil haram sepi banget... sambil narsis di depan ka'bah"

"Lantai 20 menara zam zam. Masyaallah... Sungguh agung ciptaan-Mu ya Allah..."

"Lagi muraja'ah jangan diganggu"

"Botak lagi.. Botak lagi... Padahal umrohnya bru minggu kmaren... Alhamdullah.."

"Alhamdulillah kajian Sohih Bukhori dah nyampe hadits ke 5700-an"

"Lagi nunggu adzan Maghrib. Madinah 27/10/2014"

"Alhamdulillah umrohnya lancar"

Dan lain seterusnya..

🍂 Harga diri tidak akan meningkat dengan laporan-laporan seperti itu kepada penduduk dunia maya. Berikan saja mereka faidah yang lebih bermanfaat.

Kelak, seperti disebutkan hadits, tiga jenis punggawa Islam akan diseret ke neraka :
1. Pahlawan ilmu
2. Pahlawan alqur'an dan
3. Pahlawan di medan perang.

Kenapa ?

Sebab.. Ketiganya larut dan menikmati RIYA', SUM'AH dan UJUB dan sejenisnya.

Bisa jadi...
dengan status di atas, kitalah pahlawan tersebut yang kelak terseret dalam neraka yang kobaran apinya sungguh sangat dahsyat...

Na'udzu Billah Min dzalik

🍂 Wahai Allah,
Kami memohon,
Ikhlaskan hati kami dalam beribadah, condongkanlah kalbu kami hanya berharap keridloanMu

Sabtu, 13 Juni 2015

Renungan sepertiga malam....

RENUNGAN MENJELANG SEPERTIGA MALAM:

🌴 DIALOG ALLAH DENGAN HAMBANYA.🌴

💫Allah : "Hambaku, bangunlah ! Lakukan Shalat Malam 11 Rakaat !"

Hamba : "Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya."

💫Allah : "Hambaku, lakukan 2 rakaat saja dan 1 rakaat witir saja!"

Hamba : "Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam."

💫Allah : "Hambaku shalat witir saja.."
Hamba : "Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain ?"

💫Allah : "Hambaku, Wudhulah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan Ya Allah......"

Hamba : "Illahi, aku sudah ngantuk kalau aku bangun nanti ngantuknya hilang."

💫Allah : "hambaku, tayammum saja di tempat tidur mu dan katakan Ya Allah....."

Hamba : "Illahi, udara terasa dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut."

💫Allah : "Hambaku, kalau begitu sebut saja dalam hati ya Allah dan akan kami hitung itu sebagai Shalat malam."

Sampai disini si hamba sudah tidak peduli karena tertidur pulas.

💫Allah : "Lihatlah wahai Malaikatku, bagaimana telah aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun..!

Bila datang waktu Subuh bangunkan dia agar dia bermunajat padaku, Karena aku merindukan suaranya."

Malaikat : "Ya Illahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur."
💫Allah : "Bisikkan di telinganya bahwa aku menantinya."
Malaikat : "Illahi, dia tetap tidur."
💫Allah : " katakan, sudah azan sebentar lagi matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu subuh."
Malaikat : "Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya ?"

💫Allah : "Hambaku tidak memiliki siapapun selain Aku, semoga suatu saat dia bertobat., ketika engkau Shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba selainmu...
Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan.."

Betapa Penyayangnya Engkau Ya Roob....
Betapa Pengampunnya Engkau Ya Allah....
Betapa Agungnya Engkau Ya Ilahi....
Ampuni kami hambaMu yang lemah ini.

📖(Penjabaran dr QS. Al- Muzzamil ayat 1-7 ).

Sumber: WA dari👳 Ustadz Nashir Harist LC

Mutiara hikmah

Hikmah Pagi:

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember & menyikat lantai rumahnya keras-keras.

Pria itu bertanya, Apa yang sedang Anda lakukan?
Sang Guru menjawab, Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat.
Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali.
Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya MERASA menjadi orang yang hebat.
Kesombongan saya mulai bermunculan.
Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.

Saudaraku....
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

👉Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

👉Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, danlebih berwawasan dibandingkan orang lain.

👉Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral,lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik....

Semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita memeriksa hati kita. Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua karena ANUGRAH Alloh semata.

Kita ini manusia hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap. Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang dalam.
Mari kita renungkan bersama, apakah kita ini merasa sombong ?
Audzubillah.

Semoga Bermanfaat. 😊❤👍

Kilauan mutiara hikmah dari nasihat salaful ummah

KILAUAN MUTIARA HIKMAH DARI
NASIHAT SALAFUL UMMAH

Berpegang Dengan Al
Quran Dan As Sunnah,
Mengikuti Atsar Salafus Shalih,
Dan Menjauhi Bid’ah:

1. Allah Subhanahu wata’ala
berfirman :
{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ
ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ ‏( 102‏)
ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺖَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺇِﺫْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺃَﻋْﺪَﺍﺀً
ﻓَﺄَﻟَّﻒَ ﺑَﻴْﻦَ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ
ﻓَﺄَﺻْﺒَﺤْﺘُﻢْ ﺑِﻨِﻌْﻤَﺘِﻪِ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧًﺎ
ﻭَﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﻔَﺎ ﺣُﻔْﺮَﺓٍ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﺄَﻧْﻘَﺬَﻛُﻢْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻛَﺬَﻟِﻚَ
ﻳُﺒَﻴِّﻦُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ
ﺗَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ ‏( 103 )}
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah
dengan sebenar-benar takwa dan
janganlah kamu mati kecuali
dalam keadaan Muslim. Dan
berpeganglah kamu semua
dengan tali Allah dan jangan
berpecah-belah. Dan ingatlah
nikmat Allah terhadapmu ketika
kamu saling bermusuhan maka
Dia satukan hati kamu lalu kamu
menjadi bersaudara dengan
nikmat-Nya dan ingatlah ketika
kamu berada di bibir jurang
neraka lalu Dia. selamatkan
kamu daripadanya. Demikianlah
Allah menjelaskan kepada kamu
ayat-ayat-Nya agar kamu
mendapat petunjuk.” [QS. Ali
Imran : 102-103]
2. Allah Subhanahu wata’ala
berfirman :
ﻭَﺃَﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ
ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻤًﺎ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻟَﺎ
ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢْ
ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺻَّﺎﻛُﻢْ ﺑِﻪِ
ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ ‏(153 )
“Dan sesungguhnya inilah jalan-
Ku yang lurus maka ikutilah dia
dan jangan kamu ikuti jalan-
jalan (lainnya) sebab jalan-jalan
itu akan mencerai-beraikan kamu
dari jalan-Nya. Demikianlah Allah
berwasiat kepada kamu mudah-
mudahan kamu bertaqwa.” (QS.
Al An’am : 153)
3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wa Sallam bersabda :
« ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺴُﻨَّﺘِﻲ ﻭَﺳُﻨَّﺔِ
ﺍﻟْﺨُﻠَﻔَﺎﺀِ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪِﻳﻦَ
ﺍﻟْﻤَﻬْﺪِﻳِّﻴﻦَ، ﻭَﻋَﻀُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ
ﺑِﺎﻟﻨَّﻮَﺍﺟِﺬِ، ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻭَﻣُﺤْﺪَﺛَﺎﺕِ
ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ
ﺑِﺪْﻋَﺔٌ، ﻭَﺇِﻥَّ ﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ
.»ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٌ
“Berpeganglah dengan sunnahku
dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin
yang terbimbing, gigitlah dengan
gerahammu dan hati-hatilah
kamu terhadap perkara yang
baru karena sesungguhnya setiap
bid’ah itu adalah sesat.” (HR.
Ahmad, Abu Dawud dan At
Tirmidzy, dishahihkan Syaikh Al
Albani dan Syaikh Muqbil)
4. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wa Sallam bersabda :
« ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺮْﺿَﻰ ﻟَﻜُﻢْ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ،
ﻭَﻳَﻜْﺮَﻩُ ﻟَﻜُﻢْ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ، ﻓَﻴَﺮْﺿَﻰ
:ْﻢُﻜَﻟ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻩُ، ﻭَﻟَﺎ
ﺗُﺸْﺮِﻛُﻮﺍ ﺑِﻪِ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻭَﺃَﻥْ
ﺗَﻌْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ »
“Sesungguhnya Allah meridhai
tiga perkara untuk kamu – di
antaranya beliau bersabda – :
“dan hendaknya kamu semua
berpegang dengan tali
Allah.” (HR. Muslim, dari
shahabat Abu Hurairah).
5. Hudzaifah bin Al Yaman
radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Hai para
Qari’ (pembaca
Al Quran)
bertaqwalah
kepada Allah
dan telusurilah
jalan orang-
orang sebelum
kamu sebab
demi Allah
seandainya
kamu melampaui
mereka sungguh
kamu melampaui
sangat jauh dan
jika kamu
menyimpang ke
kanan dan ke
kiri maka
sungguh kamu
telah tersesat
sejauh-
jauhnya.” (Al
Lalikaai 1/90
nomor 119, Ibnu
Wudhdhah
dalam Al Bida’
wan Nahyu
‘anha 17, As
Sunnah Ibnu
Nashr 30)
6. Ibnu Mas’ud radhiyallahu
‘anhu berkata :
“Ikutilah dan
jangan berbuat
bid’ah! Sebab
sungguh itu
telah cukup bagi
kalian. Dan
(ketahuilah)
bahwa setiap
bid’ah adalah
sesat.” (Ibnu
Nashr 28 dan
Ibnu Wudldlah
17)
7. Imam Az Zuhry berkata, ulama
kita yang terdahulu selalu
mengatakan :
“Berpegang
dengan As
Sunnah itu
adalah
keselamatan.
Dan ilmu itu
tercabut dengan
segera maka
tegaknya ilmu
adalah
kekokohan Islam
sedangkan
dengan perginya
para ulama akan
hilang pula
semua itu (ilmu
dan agama).” (Al
Lalikai 1/94
nomor 136 dan
Ad Darimy 1/58
nomor 16)
8. Ibnu Mas’ud radliyallahu
‘anhu berkata :
“Berpeganglah
kamu dengan
ilmu (As
Sunnah)
sebelum
diangkat dan
berhati- hatilah
kamu dari
mengada-adakan
yang baru
(bid’ah) dan
melampaui batas
dalam berbicara
dan membahas
suatu perkara,
hendaknya
kalian tetap
berpegang
dengan contoh
yang telah
lalu.” (Ad
Darimy 1/66
nomor 143, Al
Ibanah Ibnu
Baththah 1/324
nomor 169, Al
Lalikai 1/87
nomor 108, dan
Ibnu Wadldlah
32)
9. Dan ia juga mengatakan
bahwa :
“Sederhana
dalam As
Sunnah lebih
baik daripada
bersungguh-
sungguh di
dalam
bid’ah.” (Ibnu
Nashr 30, Al
Lalikai 1/88
nomor 114, dan
Al Ibanah 1/320
nomor 161)
10. Sa’id bin Jubair (murid dan
shahabat Ibnu Abbas) berkata –
mengenai ayat- – : “Dan beramal
shalih kemudian mengikuti
petunjuk.” (QS. Thaha :
82): Yaitu senantiasa berada di
atas As Sunnah dan mengikuti Al
Jama’ah. (Al Ibanah 1/323 nomor
165 dan Al Lalikai 1/71 nomor 72)
11. Imam Al Auza’i berkata :
“Kami
senantiasa
mengikuti
sunnah
kemanapun ia
beredar.” (Al
Lalikai 1/64
nomor 47)
12. Imam Ahmad bin Hambal
berkata :
“Berhati-hatilah
kamu jangan
sampai menulis
masalah apapun
dari ahli ahwa’
sedikit atau pun
banyak. Dan
berpeganglah
dengan Ahli
Atsar dan
Sunnah.” (As
Siyar 11/231)
13. Umar bin Abdul Aziz dalam
risalahnya untuk salah seorang
aparatnya mengatakan :
Dari Umar bin
Abdul Aziz
Amirul
Mukminin
kepada Ady bin
Arthaah :
“Segala puji
hanya bagi Allah
yang tidak ada
sesembahan
yang haq kecuali
Dia.
Kemudian
daripada itu :
Saya wasiatkan
kepadamu,
bertaqwalah
kepada Allah
dan
sederhanalah
dalam
(menjalankan)
perintah-Nya
dan ikutilah
sunnah Nabi-Nya
Shallallahu
‘Alaihi Wa
Sallam dan
tinggalkanlah
apa yang diada-
adakan ahli
bid’ah terhadap
sunnah yang
telah berlalu
dan tidak
mendukungnya,
tetaplah kamu
berpegang
dengan sunnah
karena
sesungguhnya ia
telah diajarkan
oleh orang yang
tahu bahwa
perkara yang
menyelisihinya
adalah
kesalahan atau
kekeliruan,
kebodohan, dan
keterlaluan
(ghuluw). Maka
ridlailah untuk
dirimu apa yang
diridlai oleh
kaum itu
(shahabat) untuk
diri mereka
sebab mereka
sesungguhnya
berhenti dengan
ilmu dan
menahan diri
dengan bashirah
yang tajam dan
mereka dalam
menyingkap
hakikat segala
perkara lebih
kuat (mampu)
apabila di
dalamnya ada
balasan yang
baik. Jika kamu
mengucapkan
bahwa ada suatu
perkara yang
terjadi sesudah
mereka maka
ketahuilah tidak
ada yang
mengada-adakan
sesuatu sesudah
mereka
melainkan
orang-orang
yang mengikuti
sunnah yang
bukan sunnah
mereka
(shahabat) dan
menganggap
dirinya tidak
membutuhkan
mereka. Padahal
para shahabat
itu adalah
pendahulu bagi
mereka. Mereka
telah berbicara
mengenai agama
ini dengan apa
yang mencukupi
dan mereka
telah jelaskan
segala
sesuatunya
dengan
penjelasan yang
menyembuhkan,
maka siapa yang
lebih rendah
dari itu berarti
kurang dan
sebaliknya siapa
yang melampaui
mereka berarti
memberatkan.
Maka sebagian
manusia ada
yang telah
mengurangi
hingga mereka
kaku sedangkan
para shahabat
itu berada di
antara keduanya
yaitu di atas
jalan petunjuk
yang lurus.” (Asy
Syari’ah 212)
14. Ibnu Baththah berkata :
“Sungguh demi
Allah, alangkah
mengagumkannya
kecerdasan kaum
itu, betapa
jernihnya pikiran
mereka, dan
alangkah
tingginya
semangat
mereka dalam
mengikuti
sunnah nabi
mereka dan
kecintaan
mereka telah
mencapai
puncaknya
hingga mereka
sanggup untuk
mengikutinya
dengan cara
seperti itu. Oleh
sebab itu
ikutilah
tuntunan orang-
orang berakal
seperti mereka
ini –wahai
saudara-
saudaraku– dan
telusurilah jejak-
jejak mereka
niscaya kalian
akan berhasil
menang dan
jaya.” (Al Ibanah
1/245)
15. Ibnu Abbas radliyallahu
‘anhuma berkata :
“Tetaplah kamu
beristiqamah
dan berpegang
dengan atsar
serta jauhilah
bid’ah.” (Al
I’tisham 1/112)
16. Al Auza’i berkata :
“Berpeganglah
dengan atsar
Salafus Shalih
meskipun
seluruh manusia
menolakmu dan
jauhilah
pendapatnya
orang-orang
(selain mereka)
meskipun
mereka
menghiasi
perkataannya
terhadapmu.” (Asy
syari’ah 63)